Keterangan Detil Produk Ikan

Lele

Ikan air tawar satu ini ternyata memiliki banyak manfaat dalam bidang kesehatan. Sungguh tidak disangka ikan yang suka memakan kotoran ternyata dapat digunakan sebagai obat. Diantara sekian banyak khasiat ikan lele untuk pengobatan ialah : Memperkuat otot-otot perut,mengobati kencing manis,impotensi,hepatitis,ambien dan eksim. Cara pemakaiannyaa pun sangat mudah, cukup dimasak/direbus lalu dimakan atau di bakar hangus dan di tumbuk halus lalu di buat serbuk,di seduh dengan air panas lalu di minum. Terutama bagi mereka yang menderita impotensi,ambil ikan lele di masak sesuai selera anda lalu di makan.Yang di jual di warung-warung biasanya dalam bentuk goreng lalu di campur dengan sambal lalapan,ini amat baik jika di sertai daun kemangi. Antara daging dan bumbu sambal itulah yang membuat kita jadi perkasa.

Berdasarkan kajian ilmiah ikan lele memiliki kandungan protein yang cukuptinggi didalamnya yaitu sekitar 17%,tak hanya itu ikan ini juga memiliki berbagai macam asam lemak,esensial yang dapat mencukupi kabutuhan akan asam lemak harian kita sekitar 9%. Namun batasi konsumsi ikan ini,karena kandungan kolesterolnya juga lumayan tinggi.1 hari 2 ekor sudah cukup memberikan banyak manfaat.

Manfaat lain dari Lele adalah membantu pertumbuhan dan perkembangan anak. Kandungan Asam Amino Esensial sangat berguna untuk pertumbuhan dan perkembangan tulang pada anak, membantu penyerapan kalsium dan menjaga keseimbangan nitrogen dalam tubuh, dan memelihara masa tubuh anak agar tidak terlalu berlemak. Selain itu juga mampu menghasilkan antibody, hormone, enzim, dan pembentukan kolagen, disamping perbaikan jaringan. Sehingga Lele juga bisa melindungi anak dari cold sore dan virus herpes.

Kakap

Ikan kakap adalah ikan laut dasaran yang hidup secara berkelompok di dasar-dasar karang atau terumbu karang. Mempunya ciri tubuh yang bulat pipih dengan sirip memanjang sepanjang punggung. Jenis ikan kakap yang banyak ditemui di Indonesia adalah jenis kakap merah.

Patin

Ikan patin (Pangasius spp.) merupakan salah satu komoditi perikanan yang mempunyai nilai ekonomi tinggi. Permintaan lokal dan ekspor ikan patin semakin meningkat dari tahun ke tahun. Hal ini disebabkan karena daging ikan patin memiliki kandungan kalori dan protein yang cukup tinggi, rasa dagingnya khas, enak, lezat, dan gurih. Ikan ini dinilai lebih aman untuk kesehatan karena kadar kolesterolnya rendah dibandingkan dengan daging ternak. Keunggulan ini menjadikan patin sebagai salah satu primadona perikanan tawar.

Ikan patin adalah ikan perairan tawar yang termasuk ke dalam famili pangasidae dengan nama umum adalah catfish. Populasi di alam ditemukan di sungai-sungai besar di daerah Sumatera, Kalimantan, dan sebagian di Jawa. Di daerah penyebarannya tersebut di Indonesia, terdapat sekitar 14 jenis ikan patin, termasuk ikan patin siam (Slembrouck et al., 2005). Selain di Indonesia, ikan patin juga banyak ditemukan di kawasan Asia seperti di Vietnam, Thailand, dan China. Diantara beberapa jenis patin tersebut, yang telah berhasil dibudidayakan, baik dalam pembenihan maupun pembesaran dalam skala usaha mikro, kecil, dan menengah adalah 2 spesies, yakni ikan patin siam (Pangasius hypophthalmus; nama latin sebelumnya adalah P. sutchi) dan patin jambal (Pangasius djambal).

Gurami

Ikan Gurami (Osphronemus gourami) termasuk ikan konsumsi air tawar  papan atas yang memiliki rasa lezat dan gurih. Citarasa daging gurami terbilang lezat, melebihi jenis gurami lainnya. Secara umum, daging gurami tergolong renyahdan kompak dengan sedikit duri dan lemak. Dengan demikian mudah diolah dan dimasak dalam berbagai menu. Kandungan nilai gizi gurami relatif tinggi dengankandungan kolesterol yang rendah sehingga baik untuk kesehatan dan masa pertumbuhan anak.

Bandeng

Ikan bandeng dalam Bahasa Latin diikenal sebagai Chanos-Chanos atau dalam Bahasa Inggrisnya adalah Milk Fish. Ikan Bandeng yang termasuk dalam Familia Chanidae ini memiliki Kandungan Gizi per-100 gram daging ikan yang terdiri dari energi 129 kkal, protein 20 gr, lemak 4.8 gr, kalsium 20 mg, fosfor 150 mg, besi 2 mg, vitamin A 150 SI serta vitamin B1 0.05 mg.

Dari kandungan nutrisi tersebut kelihatan bahwa kandungan protein ikan bandeng cukup tinggi. Hal ini yang menjadikan ikan bandeng sangat mudah dicerna serta sangat baik untuk dikonsumsi oleh semua usia dalam mencukupi kebutuhan protein tubuh, menjaga dan memelihara kesehatan serta mencegah penyakit akibat kekurangan zat gizi mikro.

Seperti halnya ikan Salmon, Ikan Bandeng juga mengandung Asam Lemak Omega 3 yang sangat berguna dalam mencegah terjadinya penggumpalan darah sehingga dapat mencegah serangan penyakit jantung koroner. Selain itu Asam Lemak Omega 3 juga bersifat hipokolesterolemik yang dapat menurunkan kadar kolesterol darah serta mampu meningkatkan daya tahan tubuh dan berperan dalam pertumbuhan otak pada janin serta membantu pertumbuhan sistem saraf.

Ikan Bandeng termnasuk ikan yang rendah kolesterolnya. Penyakit jantung koroner yang disebabkan karena tersumbatnya pembuluh darah dipicu oleh karena tubuh terlalu banyak mengkonsumsi makanan yang mengandung banyak Lemak Jenuh.
Rajin mengkonsumsi ikan adalah salah satu cara diet tepat dalam menangkal serangan penyakit jantung koroner. Sudah banyak yang tahu kalau bangsa Eskimo jago dalam mengkonsumsi ikan, 300 – 400 gr perhari, sehingga kasus penyakit jantung sangat rendah ditemukan disana.

Jadi sebagai bahan pangan, ikan merupakan sumber protein, lemak, vitamin, dan mineral yang sangat baik dan prospektif. Keunggulan utama protein ikan dibandingkan dengan produk lainnya adalah kelengkapan komposisi asam amino dan kemudahannya untuk dicerna. Ikan juga mengandung asam lemak, terutama Omega-3, yang sangat penting artinya bagi kesehatan dan perkembangan otak bayi untuk potensi kecerdasannya. Demikian besar peranan gizinya bagi kesehatan, ikan merupakan pilihan yang tepat untuk diet di masa yang akan datang.

Barakuda

Ikan Baracuda adalah jenis ikan laut yang berukuran besar. Biasa menjadi salah satu jenis ikan yang diburu para pemancing profesional di laut dalam. Bila pemancing, setelah mendapatkan ikan jenis ini, mereka hanya menimbangnya, mengukur panjang, dan kemudian memotretnya.

Sementara nelayan yang mendapatkannya bisa menjualnya di pasar ikan dengan harga berkisar Rp 40.000 kg. Ikan jenis ini, bila disantap tidak beda jauh dengan ikan salmon atau ikan kakap.

“Dan tidak cepat anyir dibanding ikan lain. Serta sangat mudah didapat,” jelas chef Sarto dari Sekarwangi Resto, Hotel Santika Jemursari, Selasa (13/3/2012).

Dan ditangannya, ikan jenis ini berhasil diolah menjadi Baracuda panggang dengan Saus Mentega Kuning (Pan Friedd Barracuda With Choron Sauce). Caranya dengan daging ikan baracuda dibumbui lemon, diberi minyak salad, kemudian dipanggang. Penyajiannya dengan kentang goreng, kentang rebus, atau kentang bakar. Ditambah dengan sayur salad atau tumis sayuran. Ditambah saus mentega kuning atau saus tomat.

Tak hanya ikan Baracuda, sepanjang bulan Maret 2012, Chef Sarto juga menyajikan sembilan menu lain yang berbahan ikan laut.

Diantaranya Tengiri Rebus ala Spanyol dengan saus Lemon dan Anggur (Spanish Poached Mackerel with Lemon & Wine Sauce), Salad Tuna dengan Saus Penegar ala Perancis (Tuna Salad with French Vinaigrette), Kari Kepala Ikan (Fish head Curry), Kepiting Soka Goreng (Crab Black Pepper), Salad Salmon Iris (Smoked Salmon Salad), Cumi Panggang dengan Saus pedas Mesiterania (Grilled squids with Spicy Mediterranean Sauce), Udang Bakar, Lobster Bakar, dan Kerapu Kukus.

Sumber  : Surya
Penulis : Sri handi lestari

Editor : yoni

Bawal Hitam

Bawal Hitam

Nutrisi :Kaya akan kalori, kaya akan omega 3 EPA, DHA & omega 6 AA. Sumber protein.

Cara Mengkonsumsi : Digoreng, bakar saus padang, dll. Dimasak bumbu tauco, gulai, dll.

Bawal Putih 200-300

Bawal Putih 300-400

  BAWAL PUTIH : Ikan bawal putih memiliki nama latin Pampus Argenteus. Dilihat asal usulnya, ikan bawal ini bukanlah asli Indonesia, tetapi berasal dari negeri Samba, Brazil. Ikan ini dibawa ke Indonesia oleh para importis ikan hias dari Singapura dan Brazil pada tahun 1980. Selain ke Indonesia, ikan bawal pun sudah tersebar hampir ke seluruh penjuru dunia. Di setiap negara, ikan ini mempunyai nama yang berlainan (Bangsa, 2012). 

Bentuk badan pipih dengan badannya yang tinggi sehingga hampir menyerupai bentuk belah ketupat. Ikan bawal ini merupakan ikan herbivore yang cenderung bersifat omnivore, selain suka melalap tumbuhan air juga suka memakan udang ataupun ikan ikan kecil dan hewan air lainnya (Nelson, 1984). Ikan bawal putih merupakan jjenis ikan yang habitatnya dari air laut. Pada umumnya ikan bawal putih memiliki bobot 500 gram, namun ada juga yang mencapai  bobot 1,5 hingga 2  kg per ekor (Junianto, 2011).

 Ikan bawal putih melimpah pada musim barat dan puncak musim ikan bawal putih bertepatan dengan puncak musim hujan atau mangsa ke 5 – 7. Ikan bawal putih ditangkap dengan jaring insang dasar. Musim panen bawal putih sering kali  terkendala tingginya gelombang laut di Samudera Indonesia pada Oktober-Desember yang rata – rata mencapai tiga meter. Ikan bawal putih hidup bergerombol di dasar perairan atau kolom air perairan dekat pantai sampai kedalaman 100 m, makanan ikan ini berupa ikan ikan kecil. Munculnya jenis ikan ini juga berkaitan dengan adanya penyuburan daerah pantai seiring datangnya musim hujan (Partosuwiryo, 2008).

Bentong

BENTONG : Selar bentong (Selar crumenophthalmus) adalah ikan laut yang hidup bergerombol diperairan pantai sampai kedalaman 80 m. Panjang ikan ini dapat mencapai panjang 30 cm, umumnya 20 cm. Termasuk ikan pelagis kecil, ikan buas, penangkapan dengan pancing, bubu, jaring klotok, payang dan sejenisnya, purse seine, pukat banting, pukat selar, termasuk ikan buas,makanannya ikan-ikan kecil, krustasea, dipasarkan dalam bentuk segar, asin-kering, asin-rebus, harga sedang. Daerah penyebaran; perairan pantai seluruh Indonesia, Teluk Benggala, Teluk Siam, sepanjang pantai Laut Cina Selatan, Philipina, perairan tropis Australia.

Belanak

  Belanak tersebar di perairan tropis dan subtropis (FAO, 1974 dalam Adrim et al., 1988), juga ditemukan di air payau dan kadang-kadang di air tawar (Iversen, 1976). Di kawasan Pasifik belanak ditemukan di Fiji, Samoa, New Caledonia dan Australia. Sedangkan di Asia, banyak ditemukan di Indonesia, India, Filipina, Malaysia dan Srilangka.

Ikan belanak secara umum bentuknya memanjang agak langsing dan gepeng. Sirip punggung terdiri dari satu jari-jari keras dan delapan jari-jari lemah. Sirip dubur berwarna putih kotor terdiri dari satu jari-jari keras dan sembilan jari-jari lemah. Bibir bagian atas lebih tebal daripada bagian bawahnya ini berguna untuk mencari makan di dasar/organisme yang terbenam dalam lumpur (kriswantoro dan Sunyoto, 1986). Ciri lain dari ikan belanak yaitu mempunyai gigi yang amat kecil, tetapi kadang-kadang pada beberapa spesies tidak ditemukan sama sekali.
Como

 

COMO : Ikan Selar como (Caranx mate), tergolong pada keluarga Carangidae. Tubuh ikan-ikan dari keluarga ini bentuknya ada yang sedikit gepeng, ada yang lonjong, dan ada juga yang tinggi. Pangkal ekor kecil, bentuknya bulat panjang. Biasanya mempunyai sisik-sisik kecil tipis dari jenis sikloid, atau ada juga yang tidak bersisik. Gurat sisi sempurna, pada bagian depan melengkug ke atas, pada bagian belakang melurus sampai di ujung ekor. Ada segolongan ikan-ikan dari keluarga Carangidae yang mempuntai sisik-sisik gurat sisi yang besar-besar dan pada pinggiran belakangnya seolah-olah merupakan duri. Gigi-gigi terdapat pada rahang-rahang, lidah dan langit-langit, bentuknya halus dan kecil-kecil. Sirip punggung ada dua yang terpisah secara jelas, yang depan disokong oleh jari-jari keras saja, sedangkan yang belakang mempunyai satu atau beberapa jari-jari keras saja dan banyak jari-jari lunak. Pada beberapa jenis terdapat sirip tambahan pada sirip punggung dan sirip duburnya bagian belakang sekali, yang merupakan jari-jari sirip lunak yang lepas-lepas dan membentuk sirip kecil-kecil. Sirip ekor cagak dua dengan lekukan yang sangat dalam. Sirip duburnya lebar dan panjang, sama besarnya dengn sirip punggung bagaian belakang. Sirip perut terletak tepat di bawah sirip dada dan sirip dadanya besar dan kuat, terletak lebih ke bawah. Bentuk sirip dada pinggiran depannya melengkung ciut ke ujung dengan bagaian pangkalnya yang kuat dan lebar. (T. Djuhanda, 1981).

 Cumi – cumi adalah spesies yang merupakan bangsa cephalopods dan masuk dalam ordo Teuthida. Cumi – cumi memiliki hubungan kekerabatan dengan gurita namun dengan bentuk kepala yang simetris panjang dan dilindungi oleh mantel. Secara anatomik, cumi – cumi memiliki delapan lengan dengan tentakel di lengannya.

Cumi – cumi memiliki kekhasan yakni terdapat semacam sirip di bagian tubuhnya yang digunakan untuk berenang. Cumi – cumi juga memiliki mata yang sangat tajam seperti jenis ikan dan hewan vertebrata yan g lain. Maka dari itu penggunaan umpan udang yang berwarna cerah adalah salah satu cara untuk menarik ikan ini untuk memakannya. Memancing dengan menggunakan umpan buatan memang lebih efektif daripada menggunakan umpan yang udang yang asli, karena biasanya cumi – cumi menggunakan matanya yang tajam saat mencari makan.

Fillet Swangi

  Swangi-  Filet ikan suwangi atau dikenal dengan filet ikan mata goyang atau moto ombo , digunakan untuk pembuatan empek2,bakso,nugget,tempura dan siomay. Adajuga yang menggunakannya sebagai bahan abon swangi.

Hiu   HIU : Membayangkan ikan hiu, the shark, yang terlintas adalah mahluk ganas bergigi tajam, gemar memangsa hewan lain, bahkan manusia. Namun luput dari perkiraan bila dibalik bayangan yang menakutkan itu tersimpan manfaat bagi kehidupan manusia.

Kecuali siripnya yang lezat dimakan (di Cina bahkan dijadikan “panganan wajib” kalangan istana sejak dinasti Ching), tulang rawannya berkhasiat menyembuhkan berbagai jenis penyakit. Hiu termasuk hewan bertulang belakang, namun seluruhnya justru terdiri dari tulang rawan (cartilage), dengan kata lain, hiu tidak mempunyai tulang pada tubuhnya.

Dalam tulang rawan hiu terkandung protein, kalsium, fosfor, karbohidrat, air, serat, lemak serta komponen alamiah lainnya sebagai nutrisi. Sebaliknya, pada tulang rawan tersebut tidak ditemukan unsur-unsur heavy metal -bukan sejenis aliran musik- tapi unsur-unsur seperti seng, tembaga, merkury, nikel dan sejenisnya yang cenderung berbahaya bagi manusia.

Melihat kandungan zat serupa, para ahli berkesimpulan, tulang rawan hiu tidak beracun dan tidak memiliki efek sampingan, hingga aman dikonsumsi. Badan Pengatur Obat dan Makanan Amerika (FDA), sejak 1993, mengeluarkan izin khusus untuk pemakaian tulang rawan hiu sebagi penunjang pengobatan alternatif.

Berdasarkan penelitian secara klinis, tulang rawan hiu dinyatakan mampu menjaga pertumbuhan dan penyebaran sel tumor, membantu mengurangi rasa sakit dan nyeri pada tulang, membantu menghindari penyakit rematik, memperkuat dan menjaga fungsi tulang, membantu menghilangkan rasa pegal dan encok, menjaga kesehatan dan fasilitas tubuh serta menghindari kelainan tulang belakang yang bengkok.

Penelitian tulang rawan ikan hiu pada penyakit sendi dan rematik dipelopori oleh ahli bedah tulang Dr John Pruden dari Harvard. Penelitian awal menunjukkan 25 pasien dari 28 pasien yang menderita rematik artristis berat disertai dengan gangguan fungsi pergerakan setelah disuntik tulang rawan selama 3-8 minggu menunjukkan hasil yang cukup baik. Hal ini disebabkan tulang rawan hiu mengandung protein untuk menggantikan protein kolagen yang rusak pada persendian penyakit rematik.

Tulang rawan hiu sudah lama pula dikenal sebagai makanan sehat oleh masyarakat Cina yang dimakan dalam bentuk bubur yang mengakibatkan kesegaran tubuh dan aktivitas yang lebih. Dr Lane Phd, seorang ahli nutrisi laut dari Cornell University Amerika Serikat yang mengembangkan dan mengadakan penelitian terhadap tulang rawan hiu, mendapatkan banyak kemajuan klinis yang didapat bila penderita rematik (gangguan pada sendi) atau kanker mengkonsumsi tulang rawan hiu.

Akhirnya didapatkan hipotesa anti inflamsi dan anti angio genesis merupakan faktor utama tulang rawan hiu yang menyebabkan makanan ini dapat dipakai untuk penyakit tulang dan kanker. Seperti diketahui, dalam penyakit rematik yang utama (pengapuran tulang, keropos tulang, asam urat dan rematik artritis ) keluhan yang paling sering adalah nyeri dan pembengkakan (inflamasi). Nyeri dan pembengkakan terjadi karena pelepasan dari zat-zat kimia yang disebut dengan IL-1 (interlekin satu) dan TNF (Tumor Necrosing Factor) setelah mendapat injury, luka-luka, mikro maupun secara terus menerus.

Jadi setelah mengetahui asal muasal penyakit maka untuk menghasilkan konservasi sendi yang optimal diperlukan pengetahuan yang baik mengenai anatomis sendi, faktor resiko yang memperburuk selaput tulang sendi serta perawatan selaput tulang rawan sendi tersebut. Sebagai makhluk sosial kita memerlukan mobilitas yang baik, maka pasti besar atau kecil terdapat luka-luka pada sendi yang terus menerus terutama bila aktivitas olah raga makin meningkat.

Mengingat sifat dari selaput tulang rawan sendi tersebut tidak banyak mendapat konsumsi makanan dari darah karena tidak dialiri oleh pembuluh darah, karenanya diperlukan konsumsi bahan makanan seperti tulang rawan ikan hiu yang sekarang sudah banyak dikemas dalam konsumsi makanan “siap pakai”. Tidak ada salahnya Anda mencoba.

Manyung

  Ikan Manyung adalah ikan laut yang biasa ditangkap dan diolah sebagai ikan asin oleh nelayan. Biasanya Kepala Ikan Manyung dipisahkan dan dijual tersendiri dengan harga relatif lebih murah, namun di tangan Suyoso dan istrinya, Fatimah, masakan Kepala Ikan Manyung menjadi bercitarasa luar biasa.

Di Rumah Makan Bu Fat, yang didirikan Suyoso, masakan Kepala Ikan Manyung yang istimewa merupakan resep yang diciptakan almarhumah istrinya. Kunci rahasia masakan Ikan Kepala Manyung rumah makan ini terletak pada rempah-rempah dan bumbu dan santannya serta rasa pedas yang sangat menyengat.

Menurutnya,Suyoso, rasa kuah masakan Ikan Kepala manyung ditentukan juga oleh cara memeras santan yang akan menjadi bahan masakan. Cara memeras santan, lanjut Suyoso ada tekniknya sendiri. Karena itulah ia sejak awal selalu memeras kelapa sendiri untuk mendapatkan santan yang spesial.

Masakan Kepala Ikan Manyung, racikan Pak Suyoso rasanya nikmat dan sedap, apalagi bagi penikmat rasa pedas. Mau bukti? datang saja ke Rumah Makan Bu Fat di Jalan Ariloka Raya,  Krobokan, Semarang.

Pelanggan di Rumah Makan Bu Fat ini sudah mulai ramai sejak jam 9 pagi hingga pukul 21 malam. Menu andalan yang banyak dicari adalah Ikan Kepala Manyung yang super pedas. Untuk menikmati makan dengan lauk Kepala Ikan Manyung memang lebih nikmat kalau beramai-ramai, karena porsinya besar dan tidak akan habis jika dimakan seorang diri.

Kaci-kaci

  Kami Ikan Segar Murah menerima pesanan Ikan kaci-kaci. silahkan hubungi kami dan sampaikan pesanan anda. Kami berikan pelayanan yang maksimal.

Kakap Merah

Kakap Merah (besar) 2

 

Kakap Merah : Ikan kakap merah nama ilmiahnya adalah Lutjanus campechanus sedangkan dalam bahsa inggris dikenal dengana nama Red Snapper. Ikan kakap merah ini termasuk salah satu jenis ikan yang juga menjadi target utama sebagian pemancing. Biasanya ikan ini menghuni perairan antara 10-60 meter kedalaman laut dan dapat ditemui di seluruh perairan Indonesia. Tempat yang menjadi Favorit untuk persembunyiannya adalah batu karang, bangkai kapal yang tenggelam dan rumpon. Bahkan ditempat itupula ikan kakap ini berkembang biak dan mencari makan sehari-hari. Jika lokasi tersebut tidak disambangi oleh mania mancing ikan kakap akan terus beranak pinak hingga jumlahnya sangat banyak. Akan tetapi dengan kecanggihan teknologi, para pemancing dapat dengan mudah mendeteksi keberadaan ikan kakap itu.

Adapun ciri-ciri ikan kakap merah ini adalah ; Badan memanjang melebar, gepeng kepala cembung, bagian bawah penutup insang bergerigi. Gigi-gigi pada rahang tersusun dalam ban-ban, ada gigi taring pada bagian terluar rahang atas, sirip punggung berjari-jari keras 11 dan lemah 14, sirip dubur berjari-jari keras 3 lemah 8-9, termasuk ikan buas, makannya ikan kecil dan invertebrata dasar laut. Dapat tumbuh mencapai panjang 45-50 Cm. Warna bagian atas kemerahan/merah ke-kuningan, di bagian bawah merah ke-putihan. Garis-garis kuning kecil diselingi warna merah pada bagian punggung di atas garis rusuk. Ikan ini menghuni perairan tropis maupun subtropis, walau tiga dari genus Lutjanus diketahui ada yang hidup di air tawar. Bahkan juvenil beberapa spesies dari genus ini lainnya seringkali dijumpai pada hutan-hutan bakau yang ada perairan payau. Tidak jarang pula juvenil-juvenil dari spesies yang bersangkutan ditemukan pada batang-batang sungai yang bermuara pada hutan bakau tersebut.

Biasanya jika di sekitar dasar perairan berupa lumpur (tampak campuran warna merah, kuning , hijau dan biru) terdapat struktur karang (warna dominan merah), biasanya merupakan lokasi mancing potensial. Jika anda menemukan ciri-ciri lokasi terdapat struktur karang, di sekitar lumpur yang bentuknya menyerupai kerucut terbalik, atau oleh mania mancing disebut dengan nama tandes buntut, maka biasanya yang menghuni adalah ikan kakap merah berukuran besar dengan bobot 5 kg-8 kg, namun jumlahnya kurang dari 10 ekor. Paling mudah menemukan lokasi kakap adalah di rumpon atau kapal tenggelam. Jika rumpon terawat bagus, bisa terisi oleh ratusan kakap merah ukuran 2-4 kg.

Ikan kakap merah akan mencapai kedewasaan pada umur antara 2-5 tahun dan pada saat itu ikan kakap merah sudah siap untuk bereproduksi guna menjaga kelestarian populasi mereka. Ikan kakap dewasa mampu bertahan hidup sampai umur 50 tahun. Warna merah cerah yang tampak pada badan ikan kakap ini berasal dari pigmen karotenoid terutama astaxanthin yang berasal dari udang yang merupakan makanan alami ikan kakap merah.

Kakap Putih 300-700

 

KAKAP PUTIH : Tak dapat disangkal lagi berjenis-jenis ikan telah dikonsumsi manusia semenjak ratusan tahun silam, tak peduli kandungan gizi yang ada di dalamnya. Tapi
alasan untuk mengkonsumsi ikan berubah total pada dasawarsa 1950-an, setelah para ahli epidemiologi menyimpulkan, orang-orang Eskimo secara
kuantitatif terbukti terkena serangan jantung lebih rendah dibandingkan dengan orang Amerika. Kesimpulan itu dikeluarkan untuk menjawab pertanyaan mengapa orang Amerika banyak yang terkena serangan jantung, sebaliknya orang-orang Eskimo di Greenland tidak. Setelah diselidiki lebih dalam, ternyata orang Eskimo yang tinggal di Kutub Utara itu mengkonsumsi ikan dalam jumlah yang relatif banyak. Sementara masyarakat Eskimo yang tinggal di Denmark yang mengikuti kebiasaan makan orang Denmark, prevalensi serangan jantung sama dengan masyarakat pada umumnya. Kesimpulan di atas memberi penjelasan, pola makan sangat berpengaruh pada risiko terkena serangan jantung.
Di Norwegia dan Jepang yang sebagian besar warganya juga mengkonsumsi ikan, prevalensi serangan jantung menjadi rendah. Bahkan di negeri Sakura, hasil laut rasa-rasanya tidak terpisahkan dari menu sehari-hari. Mereka rata-rata mengkonsumsi hasil laut 35 kg/kapita/tahun. Termasuk udang, cumi-cumi, kerang, tumbuhan laut, dsb. Dari studi lanjutan para ilmuwan mendapati bukti ikan aut banyak mengandung lemak tak jenuh tinggi omega-3. Sesudah penemuan itu dipublikasikan secara luas, nama omega-3 pun melambung tinggi. Berbagai jenis ikan yang dipercaya banyak mengandung omega-3 dicari untuk dikonsumsi. Kini tak sebuah pasar swalayan pun yang tidak menjual ikan laut.
Omega-3 yang banyak terdapat di ikan-ikan laut dalam tidak hanya memperkuat daya tahan otot jantung, tetapi juga bisa meningkatkan kecerdasan otak bila diberikan sejak dini, melenturkan pembuluh darah, menurunkan kadar trigliserida, dan mencegah penggumpalan darah.

Omega-3 termasuk dalam asam lemak tak jenuh jamak (polyunsaturated fatty acid, PUFA). PUFA dibagi menjadi dua grup penting yakni asam lemak omega-3 dan asam lemak omega-6. Contoh asam lemakomega-3 ialah asam eikosapentaenoat (EPA) dan asam dokosaheksaenoat (DHA). EPA dan DHA
dikenal sebagai asam lemak tak jenuh dengan satu ikatan rangkap pada atom C ketiga. Karena ikatan rangkap pada atom C ketiga, maka disebut omega-3. Contoh asam lemak omega-6 ialah asam linoleat dan asam arakhidonat.

Omega-3 berasal dari beragam jenis ikan seperti sardin, tuna, cakalang, kembung, tenggiri (mackerel) , salmon, trakulu, kakap dsb. Semua jenis ikan ini hidup di air permukaan.Dalam pandangan pemerhati makanan sehat, secara umum daging ikan dianggap lebih baik dari daging sapi yang merah. Kendati antara daging dan ikan kandungan gizi dan proteinnya relatif sama, tetapi ikan unggul dalam kandungan omega-3 dan omega-6.

Omega-3 bisa melarutkan kandungan kolesterol yang tinggi di dalam tubuh. Kolesterol adalah jenis lemak yang sebagian besar dibentuk di dalam hati dan dapat ditemukan dalam beragam makanan. Kolesterol dibutuhkan tubuh dalam jumlah tertentu untuk membentuk asam empedu, hormon, vitamin D, dan dinding sel. Tapi kolesterol yang berlebihan akan mengendap pada dinding pembuluh darah yang dikenal dengan arteriosklerosis. Pengendapan ini membuat dinding arteri menebal. Hal ini akan memblokade dan mengurangi diameter arteri sehingga darah platelets (sel darah yang mengontrol penggumpalan) menempel pada dinding arteri dan bisa memacetkan urat nadi, atau trombosis.

Kembung

  Kembung adalah nama sekelompok ikan yang tergolong ke dalam marga Rastrelliger, suku Scombridae. Meskipun bertubuh kecil, ikan ini masih sekerabat dengan tenggiri, tongkol, tuna, madidihang, dan makerel. Di Ambon, ikan ini dikenal dengan nama lema atau tatare, di Makassar disebut banyar atau banyara. Dari sini didapat sebutan kembung banjar dan di medan ‘kembung kuring’.

Kembung termasuk ikan pelagis kecil yang memiliki nilai ekonomis menengah, sehingga terhitung sebagai komoditas yang cukup penting bagi nelayan lokal. Kembung biasanya dijual segar atau diproses menjadi ikan pindang dan ikan asin yang lebih tahan lama. Ikan kembung yang masih kecil juga sering digunakan sebagai umpan hidup untuk memancing cakalang.

Tubuh ramping memanjang, memipih dan agak tinggi, 1 : 3,7–6 dibandingkan dengan panjang tubuh FL (fork length). Sisi dorsal gelap, biru kehijauan hingga kecoklatan, dengan 1–2 deret bintik gelap membujur di dekat pangkal sirip punggung; sisik ventral keperakan.

Sisik-sisik yang menutupi tubuh kembung berukuran kecil dan seragam. Sirip punggung dalam dua berkas, diikuti oleh 5 sirip kecil tambahan (finlet). Jumlah finlet yang sama juga terdapat di belakang sirip anal, duri pertama sirip anal tipis dan kecil (rudimenter). Sepasang lunas ekor berukuran kecil terdapat di masing-masing sisi batang ekor. Di depan dan belakang mata terdapat pelupuk mata berlemak (adipose)

Kerapu

  Jenis ikan kerapu yang saat ini mulai digemari masyarakat yaitu ikan kerapu macan, kerapu lumpur dan kerapu bebek. Melihat permintaan pasar yang semakin tinggi, sekarang ini target pasar yang bisa Anda bidik antara lain konsumen rumah tangga, pelaku bisnis kuliner serba seafood, pedagang ikan di pasar tradisional, maupun para pengepul dan eksportir yang membutuhkan stok ikan kerapu untuk memenuhi kebutuhan pasar mancanegara. Pada dasarnya ikan kerapu merupakan salah satu jenis ikan demersal yang berkembang di perairan berkarang. Biasanya jenis ikan ini hidup di antara tumpukan karang-karang atau di dalam gua yang terdapat di dasar perairan. Namun seiring dengan permintaan pasar yang terus meningkat, sekarang ini ikan kerapu mulai dibudidayakan dengan memanfaatkan lokasi yang ada di sekitar warga. Misalnya saja dengan memanfaatkan empang untuk budidaya kerapu lumpur, atau menggunakan kolam semen maupun Keramba Jaring Apung (KJA) untuk membudidayakan ikan kerapu bebek.

Nah, bagi Anda yang tertarik menjalankan usaha budidaya ikan kerapu, berikut ini kami informasikan beberapa hal penting yang perlu dipersiapkan sebelum akhirnya menjalankan peluang usaha tersebut.

1. Proses budidaya diawali dengan dengan memilih benih yang baik. Biasanya benih yang baik memiliki ukuran 2-3 ons/ ekor, bebas penyakit, memiliki warna sisik yang cerah, dan tidak cacat.

2. Sebelum melakukan penebaran benih, sebaiknya lakukan adaptasi terlebih dahulu pada benih ikan kerapu yang akan Anda tebar, hal ini penting agar ikan tidak stress dan mulai bersahabat dengan kondisi lingkungan budidaya. Selanjutnya, lokasi dibersihkan dan direnovasi agar lebih kuat.

3. Penebaran benih bisa Anda lakukan pada saat cuaca sedang sejuk (pilih pagi atau sore hari). Selanjutnya pastikan suhu antara 24-31°C serta tingkat kepadatan kolam yang tidak terlalu tinggi (ukuran 1,5 x 3 x 3 meter berisi ± 500 benih), hal ini perlu Anda perhatikan karena ikan kerapu memiliki sifat kanibal.

4. Pada saat penebaran benih, ikan bisa diberi pakan berupa pelet. Setelah 3 sampai 4 hari, pakan ikan yang berupa pelet bisa dikombinasikan dengan ikan rucah (potongan ikan). Pemberian pakan sebaiknya dilakukan pada pagi dan sore hari.

5. Masa panen ikan kerapu biasanya disesuaikan dengan ukuran ikan yang diminati pasar, yakni dengan berat antara 500-1000 gram. Agar ikan tidak mengalami stres, sebaiknya lakukan pemanenan pada saat pagi atau sore hari. Pada saat panen, pelaku usaha budidaya ikan kerapu bisa melakukannya secara selektif (sesuai dengan keinginan konsumen) maupun secara keseluruhan pada saat permintaan pasar sedang melonjak.

6. Selanjutnya untuk penanganan pasca panen, yang perlu Anda perhatikan yaitu proses distribusi dari tempat budidaya ke tangan para konsumen. Kesegaran ikan kerapu harus terjaga agar kualitasnya tidak menurun. Jadi, selama proses pengangkutan Anda bisa memanfaatkan drum plastik yang berisi 2/3 air laut dengan jumlah kepadatan ikan kerapu  ± 50 ekor/drum.

Badong

Badong seperti ikan lainnya, Selain kaya protein ikan mengandung lemak, vitamin dan mineral. Komposisinya bervariasi, tergantung pada jenis, musim, siklus bertelur, letak geografis, dan umur ikan. Ikan mengandung protein tinggi yang terdiri atas asam amino Essensial yang nggak rusak pada waktu pemasakan. Kandungan protein pada ikan bervariasi, tergantung kandungan lemak dan airnya. Namun secara umum, ikan mkengandung kandungan lemak dan airnya. Secara umum ikan mengandung 13-20% protein. Protein ini dapat membantu pertumbuhan sel otak, sehingga ikan sering disebut makanan penunjang kecerdasan. Karena serat proteinnya lebih pendek, protein pada ikan gampang dicerna bahkan bagi bayi sekalipun. Proporsi protein konektifnya(kolagen) juga jauh lebih rendah dari hewan ternak, yaitu hanya 3-5% dari total protein. Makanya dibandingkan daging sapi, daging ikan terasa empuk dan lebih mudah hancur saat dikunyah. Kandungan lemak hanya berkisar antara 1-20% terlebih sebagaian besar kandungan lemaknya pun berupa asam lemak tak jenuh yang justru berguna bagi tubuh diantarabnya berfungsi meniurunkan kadar kolesterol dalam darah.dan asam lemak omega 3 yang tinggi. Kandungan ini berperan meningkatkan kekebalan tubuh, menurunkan risiko penyakit jantung koroner, menghambat pertumbuhan beberapa jenis kanker dan mempertahankan fungsi otak terutama yang berhubungan dengan daya ingat. Ada dua kelompok vitamin pada ikan pertama vitamin larut dalam air, antara lain vitamin B6, B12, Biotin dan Niacin. Vitamin ini banyak terdapat diikan yang dagingnya berwarna gelap. Sedangkan kelompok kedua, yaitu vitamin larut dalam lemak (vitamin A dan D) terkandung pada minyaknya.Kandungan mineral pada ikan jumlahnya lumayan banyak, diantaranya ada magnesium ( memperkuat tulang, otot, gizi, ) , zat besi ( mencegah anemia), yodium ( mencegah sakit gondok & IQ rendah), seng ( meningkatkan kekebalan tubuh, mempercepat penyembuhan luka) dan selenium (mencegah kanker, mempertahankan elastisitas jaringan (bersama vitamin E) sehingga kita terhindar dari penuaan dini. Oleh karena nilai gizinya yang luar biasa maka diharapkan bahwa masyarakat Indonesia akan meningkat dalam mengkonsumsi ikan laut ini yang tentunya kita berharap dengan konsumsi yang meningkat tersebut para nelayan kita juga bisa hidup lebih sejahtera.

Kurisi Garis
  KURISI : Sebagai negara maritim yang memiliki perairan yang luas konsumsi ikan indonesia sangat memprihatinkan. Hingga Desember 2003 tingkat konsumsi ikan per orang di Indonesia rata-rata 24,67 kilogram per tahun. Volume itu tergolong jauh lebih rendah dibanding dengan konsumsi ikan di Korsel dan Jepang yang rata-rata di atas 100 kg per orang per tahun atau Thailand yang mencapai 35 kg per orang per tahun.(kompas.com, 2007)

Salah satu cara yang bisa ditempuh untuk meningkatkan konsumsi ikan adalah dengan diversifikasi produk hasil perikanan. Salah satu produk yang diharapkan bisa memberikan penetrasi pasar adalah produk bakso ikan diakarenakan kebudayaan masyarakat Indonesia yang sangat menyukai bakso.

Bakso ikan didefinisikan sebagai produk makanan berbentuk bulatan atau lain, yang diperoleh dari campuran daging ikan (kadar daging ikan tidak kurang dari 50%) dan pati atau serealia dengan penambahan atau makanan yang di inzinkan ( Nurfianti, 2007).

Ikan yang digunakan adalah ikan kurisi (Nemipterus nematoporus). Ikan ini merupakah hasil tangkap sampingan yang jarang dimanfaatkan sehingga memiliki harga yang relatif murah. Ikan kurisi dipilih karena memiliki protein yang tinggi berkisar 16,85%.

Salah satu cara pengolahan atau pengawetan rumput laut yaitu dengan mengolahnya menjadi tepung, dengan pengolahan menjadi tepung karagenan rumput laut, akan sangat bermanfaat disamping lebih praktis dalam penggunaan dan penyajiannya juga memudahkan dalam hal pengemasan dan pengangkutan. (lipi.go.id 2007) Penggunaan Tepung karagenan rumput laut ini sangat besar peranannya terutama sebagai stabilisator (pengatur keseimbangan), thickener (bahan pengental), gelling agent (pembentuk gel), dan pengemulsi, dalam pebuatan bakso ikan

Kitosan merupakan kitin yang dihilangkan gugus asetilnya dengan menggunakan basa kuat. Kitosan memiliki lebih banyak kandungan nitrogen dari pada kitin. Gugus amina dan hidroksil menjadikan kitosan bersifat lebih aktif dan bersifat polikationik. Sifat tersebut dapat dimanfaatkan sebagai koagulan dan pengawet dalam pembuatan bakso ikan.

Semar

  Kandungan Gizi Ikan :

PROTEIN :Mengandung asam amino lysine yang mempunyai daya cerna tinggi sehingga dapat terserap dengan baik oleh tubuh.

OMEGA – 3 :Kandungan DHA dan EPAnya sangat baik untuk perkembangan sel – sel otak yang berguna bagi kecerdasan retina mata untuk mempertajam penglihatan.

VITAMIN :Larut dalam lemak dan cenderung stabil, vitamin A banyak terkandung dalam hati ikan.

MINERAL :Terdiri dari Yodium, Phospor, Besi, Selenium dan Kalsium yang sangat baik untuk kesehatan tubuh.

BIO-ACTIVE : Komposisi nutrisi yang sangat baik untuk menguatkan vitalitas tubuh.

ASAM LEMAK TAK JENUH :Mengandung HDL (kolesterol yang baik) yang dapat mencegah terjadinya penyumbatan pembuluh darah/athero schlerosis.

Tenggiri

 

Ikan tenggiri adalah ikan laut yang termasuk dalam famili scombridae. Ikan tenggiri sangat kaya protein dan banyak dimanfaatkan untuk menjaga kesehatan. Ikan Tenggiri juga mengandung asam lemak Omega 3 yang dapat dimanfaatkan untuk menjaga kesehatan jantung, menurunkan tekanan darah tinggi, serta penyakit lain yang berhubungan dengan penyumbatan pembuluh darah, serta menekan pertumbuhan sel-sel kanker.

   

     

Udang adalah binatang yang hidup di perairan, khususnya sungai, laut, atau danau. Udang dapat ditemukan di hampir semua “genangan” air yang berukuran besar baik air tawar, air payau, maupun air asin pada kedalaman bervariasi, dari dekat permukaan hingga beberapa ribu meter di bawah permukaan. Udang biasa dijadikan makanan laut (seafood). Dalam bahasa Banjar disebut hundang. Banyak crustaceae yang dikenal dengan nama “udang”. Misalnya mantis shrimp dan mysid shrimp, keduanya berasal dari kelas Malacostraca sebagai udang sejati, tetapi berasal dari ordo berbeda, yaitu Stomatopoda dan Mysidaceae. Triops longicaudatus dan Triops cancriformis juga merupakan hewan populer di air tawar, dan sering disebut udang, walaupun mereka berasal dari Notostraca, kelompok yang tidak berhubungan. Udang menjadi dewasa dan bertelur hanya di habitat air laut. Betina mampu menelurkan 50.000 hingga 1 juta telur, yang akan menetas setelah 24 jam menjadi larva (nauplius). Nauplius kemudian bermetamorfosis memasuki fase ke dua yaitu zoea (jamak zoeae). Zoea memakan ganggang liar. Setelah beberapa hari bermetamorfosis lagi menjadi mysis (jamak myses). Mysis memakan ganggang dan zooplankton. Setelah tiga sampai empat hari kemudian mereka bermetamorfosis terakhir kali memasuki tahap pascalarva: udang muda yang sudah memiliki ciri-ciri hewan dewasa. Seluruh proses memakan waktu sekitar 12 hari dari pertama kali menetas. Pada tahap ini, udang budidaya siap untuk diperdagangkan, dan disebut sebagai benur. Di alam liar, postlarvae kemudian bermigrasi ke estuari, yang sangat kaya akan nutrisi dan bersalinitas rendah. Di sana mereka tumbuh dan kadang-kadang bermigrasi lagi ke perairan terbuka di mana mereka menjadi dewasa. Udang dewasa merupakan hewan bentik yang utamanya tinggal di dasar laut. Banyak resep menggunakan udang dari berbagai kebudayaan: contoh jambalaya, okonomiyaki, poon choi, bagoong, dan scampi.

Sama seperti makanan laut lainnya, udang kaya akan kalsium dan protein tetapi rendah energi. Makanan yang bahan utamanya udang merupakan sumber kolesterol. sebagai tambahan, udang mengalami metamorfosis sempurna.

Fillet Mahi-mahi

  Ikan Mahi-Mahi mungkin termasuk ikan dengan rupa yang aneh tapi jangan lupakan kelezatan alaminya.  Mahi-mahi (Hippurus Coryphaena) dikenal juga dengan nama dolphin. Ikan ini ditemukan perairan tropis dan subtropis di seluruh dunia, berat rata-rata yang berhasil di tangkap adalah 7 sampai 13 kg, jarang melebihi 15 kg. Ikan ini mempunyai warna yang cantik: emas di sisi, biru cerah dan hijau di bagian samping dan belakang, pejantan dewasa memiliki dahi yang menonjol di atas kepala, sedangkan betina memiliki kepala yang bulat.

Di Indonesia ikan ini sering disebut ika lemadang, ikan ini banyak terdapat di wilayah perairan Maluku, bagian Utara Jawa, bagian Selatan Jawa, dan perairan Sulawesi.

Panami Rp. 52.000/kg

 

Udang Panami akan dipanen setelah berumur tiga bulan. “Satu kilo udang bia­sanya berisi antara 60-80 ekor. De­ngan harga jual Rp 30.000 per kg.” Dalam seperempat hektar akan dipanen udang sekitar 1 ton. Omset yang dihasilkan dalam satu kali panen adalah Rp 30 juta. “Keuntungan bersih per triwulan yang saya raih berarti sekitar Rp 14 juta,” tegas Arifin dengan bangga.

Angka kegagalan cukup kecil dalam membesarkan udang Panami ini. Musuh utama biasanya berupa ikan liar yang hidup dalam kolam. Selain itu hama yang biasanya ada adalah angsang hitam yang disebabkan oleh bakteri. Bintik pada tubuh diakibatkan oleh terlalu padat populasinya. “De­ngan perawatan yang rutin seperti pembersihan ko­lam, memeriksa kondisi air, dan mengatur populasi udang, maka resiko kegagalan panen dapat ditekan.”

Menurut Arifin, permintaan pasar di luar negeri masih terbuka dengan luas. “Selama ini saya masih kewalahan melayani permintaan ekspor dari Amerika dan Jepang.” Untuk itu, ia mengingin­kan adanya petani lain yang mau membudidayakan udang Panami. “Saya sudah bisa membuat pembibitan sendiri untuk jenis udang ini. Mudah-mudahan saja teman-teman dari daerah lain mau bersama-sama mengembangbiakkan udang Panami,” ujar Arifin berharap.

Nutrisi

Kaya akan kalori, kaya akan omega 3 EPA, DHA & omega 6 AA. Sumber protein.

Cara Mengkonsumsi

Digoreng, bakar saus padang, dll. Dimasak bumbu tauco, gulai, dll.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s